Sabtu, 13 Desember 2014

sejarah GSJA Bumiayu

Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang

GSJA kepanjangan dari gereja sidang jemaad Allah yang berkembang di Indonesia sesuai dengan visi dan misi dari Allah untuk menjadi gereja yang bertanggung jawab atas setiap domba yang dipercayakan untuk digembalakan agar dapat bertumbuh kepada arah yang lebih baik. Sama halnya ketika GSJA Anugerah  BumiAyu dalam perkembangannya di dusun bumiAyu, desa  getasan, kecamatan sampetan kabupaten semarang. Tidak ada yang dikatakan kebetulan jikalau GSJA Anugerah berada di  BumiAyu karena dilihat dari nama tempatnya sudah menunjukan satu anugerah Tuhan untuk berdirinya sebuah Gereja di BumiAyu karena tempat tersebut mempunyai sejarah tersendiri dimana jaman dahulu BumiAyu masih disebut dengan nama kebun kopi karena tempatnya dipenuhi dengan  tanaman kopi serta ada beberapa warga yang bertani di kebun kopi. Menurut cerita bahwa salah seorang yang bertani di daerah kebun kopi sangat makmur dalam kata lain bisa usahanya dalam bertani atau mengolah tanah kebun kopi membawa berkat tersendiri dengan melimpahnya hasil tanah karena apa saja yang ditanam oleh bapak tersebut itu berhasil sehingga ketika sedang merenung dan mengagungkan kebun kopi tersebut akhirnya bapak tersebut mengucapkan kalimat bahwa bumi ini subur karena apa saja yang ditanam pasti tumbuh dan berhasil. Akhirnya dia menamakan bumi Ayu yang artinya bumi itu “tanah” Ayu “indah atau subur” jadi artinya secara singkat tanah yang indah atau subur, itulah sebabnya dinamakan BumiAyu. Namun setelah itu karena bertambahnya angkah kelahiran maka kebun kopi tersebut atau BumiAyu dijadikan tempat atau sebuah kampung, sehingga sampai pada perkembangannya dimana pertambahan penduduk masih terus dinamakan BumiAyu.

 Selain dari pada nama BumiAyu yang memiliki arti dari nama tersebut maka perlu kita melihat sesuatu yang tidak kebetulan yang terjadi di GSJA Anugerah, dimana kata Anugerah juga mempunyai sejarah bahwa selama berdirinya GSJA di BumiAyu hidup oleh anugerah dari pada Tuhan baik mulai dari awal berdirinya sampai pada pembangunan yang saat ini megah dan mewah. Mengapa dikatakan Anugerah karena beberapa hal seperti:
·         Jemaadnya datang dan pergi
·         Jemaad rela mengikuti ibadah sekalipun gerejanya tidak muat (gedung lama) duduk diluar
·         Dalam pembangunan dimulai dengan receh-receh
·         Jemaad yang berkorban jual material
·         Doa dan inisiatif jemaat
·         Dll
Jadi jikalau GSJA Anugerah BumiAyu boleh berdiri di BumiAyu itu bukan kebetulan bahwa semuanya sudah dirancang Tuhan untuk menepati tempa atau tanah yang baik dengan anugerah dari Tuhan. 

Bab II
Isi

A.    Sejarah berdirinya GSJA Anugerah BumiAyu
Gereja Sidang Jemaat Allah BumiAyu atau yang biasa disebut dengan GSJA  BumiAyu menempuh perjalanan yang sangat panjang dalam perkembangannya dimana pada awalnya sebelum berdirinya sebuah gedung gereja untuk menampung Gereja-gereja Tuhan yang akan di utus keluar dan menjadi saksi maka perlu kita melihat usaha para hamba Tuhan yang awal mula bole merintis gereja di BumiAyu. Diawali dengan perjalanan yang panjang dilewati oleh gereja ini dimana pada tahun 1985 terbentuklah sebuah persekutuan yang dilayani oleh bapa kasdi orang Krangkeng yang memimpin jemaad mula-mula untuk bersekutu kepada Tuhan tetapi beberapa waktu karena ada pelayanan lain yang diembankan kepada beliau maka diganti dari GKT Ungaran yaitu dilayani oleh bapak Jery dan Ibu Tungfang, namun setelah hambah Tuhan tersebut melayani beberapa tahun dengan adanya perubahan pelayanan maka pelayanan persekutuan tersebut di lanjutkan oleh hamba Tuhan yang lain yaitu oleh bapak Wahyudi dari GBI PLN Salatiga juga orang dari GSJA setelah beberapa tahun melayani kemudian diganti lagi dan dilayani oleh bapak Samuel Saputra, namun karena bapak Samuel Saputra ingin melnjutkan study untuk memenuhi persyaratan serta menambah ilmu dalam bidang keagamaan maka persekutuan tersebut ditangani oleh ibu Suryodaru dan kemudian bergabung dengan sinode GSJA di bawah asuhan GSJA Kaliurang.
Oleh karena jarak yang sangat jauh atau jarak tempuh yang jauh untuk mengetahui perkembangannya yaitu GSJA  BumiAyu maka GSJA Kaliurang menunjuk GSJA Merbabu Salatiga yang digembalakan oleh Bapak pendeta Markus Sukarno untuk membina Gereja Sidang Jemaat Allah  BumiAyu. Dari GSJA Merbabu Salatiga mengirim pelayan yaitu ibu tutik dan ibu titik, dan dari ibu Tutik dan ibu Titik, pelayanan dilimpahkan kepada bapak pendeta joko sungkono dengan status Gereja cabang GSJA Merbabu. Sejak saat itu bapak sungkono sebagai gembala sidang GSJA BumiAyu.


Dalam pergantian para pemimpin persekutuan tersebut  menggunakan rumah jemaad yang bersedia untuk dijadikan tempat persekutuan atau ibadah.
Pada tanggal 20 septe1992 bapak Pendeta Yohanes Mardi bergabung dengan bapak pendeta joko sungkono untuk membantu pelayanan di GSJA BumiAyu dengan status sebagai mahasiswa praktek weekend dimana Yohanes mardi datang pada hari jum’ad sore dan kembali pada hari minggu sore, Yohanes mardi adalah mahasiswa praktekan dari STT Intheos Solo. Pada bulan nofember tahun 1992 bapak pendeta sungkono melimpahkan pengembalaannya kepada bapak Yohanes Mardi dengan jumlah jemaat pada waktu itu 25 orang namun yang aktif pada saat ibadah minggu hanya kuranng lebih 20 orang. Hingga sampai pada saat ini pendeta Yohanes Mardi masih menjadi Gembala sidang GSJA BumiAyu yang saat ini disebutkan dengan nama GSJA Anugerah BumiAyu.

B.     Kasih Mula-mula Jemaat  dan munculnya kata ANUGERAH
Jumlah jemaat awalnya sekitar 25 orang, sekalipun bisa dihitung dengan jari namun pertumbuhan iman dan jiwa untuk penginjilan sangat besar. Walaupun hanya sedikit namun jemaat mengalami kasih mula-mula sehingga terjadi pertumbuhan terus. Sekalipun jemaat mengalami pertumbuhan terus menerus namun ada juga jemaat yang undur, ibaratnya ada yang pergi ada yang datang bahkan jemaat yang telah lama tidak datang mungkin karena bentrokan antar jemaat atau karena gembala, kembali mengikuti ibadah dan jemaat percaya jikalau itu adalah campur tangan Tuhan, dimana Tuhan mendengar seruan doa orang yang benar. Namun oleh campur tangan Tuhan sebagai kepalah Gereja mengembalikannya maka jemaat sepakat menamakan GSJA BumiAyu menjadi GSJA Anugerah BumiAyu karena Tuhan benar-benar memberi kehidupan kembali kepada GerejaNya.


C.    Pembangunan Gereja
Selama berdirinya GSJA BumiAyu sampai pada penambahan nama Anugerah, banyak jiwa-jiwa yang bertobat sehingga kapasitas ruang gedung gereja sudah tidak muat, bahkan selama dua tahun mendirikan tenda dihalaman gereja maka jemaad sepakat berdoa agar memiliki tanah yang lebih luas dan pada akhirnya membeli sebidang tanah dengan ukuran 816 m2. Dana pembelian tanah dikumpulkan melalui janji iman, jemaat, donatur, baikpribadi maupun lembaga Gereja. Setelah itu diurus surat ijin menbangun dalam waktu setahun dapat dikeluarkan (IMB). Pada tanggal 29 juni 2007 mulai peletakan batu pertama dengan modal 4 juta dengan bugdet 600 juta, namun semua didasari oleh kemauan dan mengikuti kata Tuhan.
Panggilan dana pembangunan ada banyak macam cara : janji iman jemaat dan diangsur, ada yang langsung ditunai, ada yang menabung lewat uang receh-recehan, bahan material, jual sepedamotor dan bahkan menyerahkan hewan peliharaannya seperti sapi bahkan ada orang-orang tidak dikenal melalui siaran radio betany bahkan jemaad bangsa-bangsa seperti Belanda, Korea selatan, mata uang dolar amerika dan dolar australia sehingga sampai pada berdirinya gedung Gereja saat ini dengan kapasitas yang memadai dan cukup bersaing dengan gedung gereja di kota-kota. Jumalah jemaat saat ini 200 jiwa dibagi dengan beberapa komsel Pria, wanita. Pemuda Remaja, dan sekolah minggu.

D.    Gereja Berkembang.
GSJA Anugerah BumiAyu selama dipimpin oleh Pdt. Yohanes Mardi sebagai gembala sidang cukup mengalami perkembangan dimana GSJAAnugerah BumuAyu sampai pada hari ini memiliki cabang yaitu cabang duku yang pada awalnya Pdt.Yohanes Mardi yang memimpin, ketika selesai ibadah pagi di GSJA Anugerah BumiAyu dan sorenya ke GSJA Duku, namun karena beberapa hal yang berkaitan dengan kepemimpinan Pdt. Yohanes Mardi di GSJA Anugerah BumiAyu maka pelayan diembankan kepada bapak Quinsa namun dibawah pimpinan Pdt. Yohanea Mardi. Jumlah jemaat duku ada 40 jiwa, namun yang hadir  hanya beberapa sekitar 20-26 karena beberapa jemaat yang lain ada yang kerja.
Selain GSJA Anugerah BumiAyu memiliki cabang, juga memiliki PPA dengan jumlah anak-anak 120 orang baik dari yang belum sekolah sampai pada tingkat perguruan tinggi atau kulia.

E.     Metode pendekatan
Metode yang digunakan baik hamba-hamba Tuhan dari awal yaitu sosial masyarakat seperti ikut kerja sosial sebagai cara pendekatan dengan masyarakat, dengan pendekatan untuk menjalin persahabatan serta membagun hubungan keakraban sehingga masyarakat dapat didekati dan setelah itu hamba-hamba Tuhan tersebut memasukkan injil. Bukan hanya itu saja meraka juga memberika teladan hidup dengan mau hidup bersama dengan masyarakat setempat di dusun BumiAyu dan melalui pendidikan.
Bahkan menyediakan waktu sepenuh kepada jemaat yang membutuhkan pertolongan melalui doa, penguatan, konseling dan lain sebagainya, dalam hal ini gembala siap dalam waktu apapun ketika jemaat membutuhkan pertolongan.


Bab III
Penutup
Kesimpulan
Berkaitan dengan nama tempat maka tidak ada yang kebetulan dimana GSJA BumiAyu yang mengalami proses baik pergantian pemimpin, sampai pada pergi datangnya jemaat itu semua adalah satu ujian bagi jemaat itu sendiri dan gembala sehingga dapat dihubungkan dengan nama Anugerah yaitu “Bumi yang indah adalah Anugerah dari Tuhan untuk Jemaatnya yang taat dan mau bersandar sepenuhnya kepada Dia yaitu Kristus sebagai kepala Gereja”. Selain dari pada  itu untuk perkembangan sebuah Gereja maka perlu adanya kerja sama antara  gembala dan Jemaat, baik dalam hal materi, doa, bahkan masalah apapun mengenai pertumbuhan gereja harus saling kerja sama.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar