Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
GSJA kepanjangan dari gereja sidang jemaad Allah yang
berkembang di Indonesia sesuai dengan visi dan misi dari Allah untuk menjadi
gereja yang bertanggung jawab atas setiap domba yang dipercayakan untuk
digembalakan agar dapat bertumbuh kepada arah yang lebih baik. Sama halnya
ketika GSJA Anugerah BumiAyu dalam
perkembangannya di dusun bumiAyu, desa
getasan, kecamatan sampetan kabupaten semarang. Tidak ada yang dikatakan
kebetulan jikalau GSJA Anugerah berada di
BumiAyu karena dilihat dari nama tempatnya sudah menunjukan satu
anugerah Tuhan untuk berdirinya sebuah Gereja di BumiAyu karena tempat tersebut
mempunyai sejarah tersendiri dimana jaman dahulu BumiAyu masih disebut dengan
nama kebun kopi karena tempatnya dipenuhi dengan tanaman kopi serta ada beberapa warga yang
bertani di kebun kopi. Menurut cerita bahwa salah seorang yang bertani di
daerah kebun kopi sangat makmur dalam kata lain bisa usahanya dalam bertani
atau mengolah tanah kebun kopi membawa berkat tersendiri dengan melimpahnya
hasil tanah karena apa saja yang ditanam oleh bapak tersebut itu berhasil
sehingga ketika sedang merenung dan mengagungkan kebun kopi tersebut akhirnya
bapak tersebut mengucapkan kalimat bahwa bumi ini subur karena apa saja yang ditanam
pasti tumbuh dan berhasil. Akhirnya dia menamakan bumi Ayu yang artinya bumi
itu “tanah” Ayu “indah atau subur” jadi artinya secara singkat tanah yang indah
atau subur, itulah sebabnya dinamakan BumiAyu. Namun setelah itu karena
bertambahnya angkah kelahiran maka kebun kopi tersebut atau BumiAyu dijadikan
tempat atau sebuah kampung, sehingga sampai pada perkembangannya dimana
pertambahan penduduk masih terus dinamakan BumiAyu.
Selain dari pada nama BumiAyu yang memiliki arti dari nama
tersebut maka perlu kita melihat sesuatu yang tidak kebetulan yang terjadi di
GSJA Anugerah, dimana kata Anugerah juga mempunyai sejarah bahwa selama
berdirinya GSJA di BumiAyu hidup oleh anugerah dari pada Tuhan baik mulai dari
awal berdirinya sampai pada pembangunan yang saat ini megah dan mewah. Mengapa
dikatakan Anugerah karena beberapa hal seperti:
·
Jemaadnya datang dan
pergi
·
Jemaad rela mengikuti
ibadah sekalipun gerejanya tidak muat (gedung lama) duduk diluar
·
Dalam pembangunan
dimulai dengan receh-receh
·
Jemaad yang berkorban
jual material
·
Doa dan inisiatif jemaat
·
Dll
Jadi
jikalau GSJA Anugerah BumiAyu boleh berdiri di BumiAyu itu bukan kebetulan
bahwa semuanya sudah dirancang Tuhan untuk menepati tempa atau tanah yang baik
dengan anugerah dari Tuhan.
Bab II
Isi
A.
Sejarah
berdirinya GSJA Anugerah BumiAyu
Gereja Sidang Jemaat Allah BumiAyu atau yang biasa disebut
dengan GSJA BumiAyu menempuh perjalanan
yang sangat panjang dalam perkembangannya dimana pada awalnya sebelum
berdirinya sebuah gedung gereja untuk menampung Gereja-gereja Tuhan yang akan
di utus keluar dan menjadi saksi maka perlu kita melihat usaha para hamba Tuhan
yang awal mula bole merintis gereja di BumiAyu. Diawali dengan perjalanan yang
panjang dilewati oleh gereja ini dimana pada tahun 1985 terbentuklah sebuah
persekutuan yang dilayani oleh bapa kasdi orang Krangkeng yang memimpin jemaad
mula-mula untuk bersekutu kepada Tuhan tetapi beberapa waktu karena ada
pelayanan lain yang diembankan kepada beliau maka diganti dari GKT Ungaran
yaitu dilayani oleh bapak Jery dan Ibu Tungfang, namun setelah hambah Tuhan tersebut
melayani beberapa tahun dengan adanya perubahan pelayanan maka pelayanan
persekutuan tersebut di lanjutkan oleh hamba Tuhan yang lain yaitu oleh bapak
Wahyudi dari GBI PLN Salatiga juga orang dari GSJA setelah beberapa tahun
melayani kemudian diganti lagi dan dilayani oleh bapak Samuel Saputra, namun
karena bapak Samuel Saputra ingin melnjutkan study untuk memenuhi persyaratan
serta menambah ilmu dalam bidang keagamaan maka persekutuan tersebut ditangani
oleh ibu Suryodaru dan kemudian bergabung dengan sinode GSJA di bawah asuhan
GSJA Kaliurang.
Oleh karena jarak yang sangat jauh atau jarak tempuh yang
jauh untuk mengetahui perkembangannya yaitu GSJA BumiAyu maka GSJA Kaliurang menunjuk GSJA
Merbabu Salatiga yang digembalakan oleh Bapak pendeta Markus Sukarno untuk
membina Gereja Sidang Jemaat Allah
BumiAyu. Dari GSJA Merbabu Salatiga mengirim pelayan yaitu ibu tutik dan
ibu titik, dan dari ibu Tutik dan ibu Titik, pelayanan dilimpahkan kepada bapak
pendeta joko sungkono dengan status Gereja cabang GSJA Merbabu. Sejak saat itu
bapak sungkono sebagai gembala sidang GSJA BumiAyu.
Dalam pergantian para pemimpin persekutuan tersebut menggunakan rumah jemaad yang bersedia untuk
dijadikan tempat persekutuan atau ibadah.
Pada tanggal 20 septe1992 bapak Pendeta Yohanes Mardi
bergabung dengan bapak pendeta joko sungkono untuk membantu pelayanan di GSJA
BumiAyu dengan status sebagai mahasiswa praktek weekend dimana Yohanes mardi
datang pada hari jum’ad sore dan kembali pada hari minggu sore, Yohanes mardi
adalah mahasiswa praktekan dari STT Intheos Solo. Pada bulan nofember tahun
1992 bapak pendeta sungkono melimpahkan pengembalaannya kepada bapak Yohanes
Mardi dengan jumlah jemaat pada waktu itu 25 orang namun yang aktif pada saat
ibadah minggu hanya kuranng lebih 20 orang. Hingga sampai pada saat ini pendeta
Yohanes Mardi masih menjadi Gembala sidang GSJA BumiAyu yang saat ini
disebutkan dengan nama GSJA Anugerah BumiAyu.
B.
Kasih
Mula-mula Jemaat dan munculnya kata
ANUGERAH
Jumlah jemaat awalnya sekitar 25 orang, sekalipun bisa
dihitung dengan jari namun pertumbuhan iman dan jiwa untuk penginjilan sangat
besar. Walaupun hanya sedikit namun jemaat mengalami kasih mula-mula sehingga
terjadi pertumbuhan terus. Sekalipun jemaat mengalami pertumbuhan terus menerus
namun ada juga jemaat yang undur, ibaratnya ada yang pergi ada yang datang
bahkan jemaat yang telah lama tidak datang mungkin karena bentrokan antar
jemaat atau karena gembala, kembali mengikuti ibadah dan jemaat percaya jikalau
itu adalah campur tangan Tuhan, dimana Tuhan mendengar seruan doa orang yang
benar. Namun oleh campur tangan Tuhan sebagai kepalah Gereja mengembalikannya
maka jemaat sepakat menamakan GSJA BumiAyu menjadi GSJA Anugerah BumiAyu karena
Tuhan benar-benar memberi kehidupan kembali kepada GerejaNya.
C.
Pembangunan
Gereja
Selama berdirinya GSJA BumiAyu sampai pada penambahan nama
Anugerah, banyak jiwa-jiwa yang bertobat sehingga kapasitas ruang gedung gereja
sudah tidak muat, bahkan selama dua tahun mendirikan tenda dihalaman gereja
maka jemaad sepakat berdoa agar memiliki tanah yang lebih luas dan pada
akhirnya membeli sebidang tanah dengan ukuran 816 m2. Dana pembelian tanah
dikumpulkan melalui janji iman, jemaat, donatur, baikpribadi maupun lembaga
Gereja. Setelah itu diurus surat ijin menbangun dalam waktu setahun dapat dikeluarkan
(IMB). Pada tanggal 29 juni 2007 mulai peletakan batu pertama dengan modal 4
juta dengan bugdet 600 juta, namun semua didasari oleh kemauan dan mengikuti
kata Tuhan.
Panggilan dana pembangunan ada banyak macam cara : janji
iman jemaat dan diangsur, ada yang langsung ditunai, ada yang menabung lewat
uang receh-recehan, bahan material, jual sepedamotor dan bahkan menyerahkan
hewan peliharaannya seperti sapi bahkan ada orang-orang tidak dikenal melalui
siaran radio betany bahkan jemaad bangsa-bangsa seperti Belanda, Korea selatan,
mata uang dolar amerika dan dolar australia sehingga sampai pada berdirinya
gedung Gereja saat ini dengan kapasitas yang memadai dan cukup bersaing dengan
gedung gereja di kota-kota. Jumalah jemaat saat ini 200 jiwa dibagi dengan
beberapa komsel Pria, wanita. Pemuda Remaja, dan sekolah minggu.
D.
Gereja
Berkembang.
GSJA Anugerah BumiAyu selama dipimpin oleh Pdt. Yohanes
Mardi sebagai gembala sidang cukup mengalami perkembangan dimana GSJAAnugerah
BumuAyu sampai pada hari ini memiliki cabang yaitu cabang duku yang pada
awalnya Pdt.Yohanes Mardi yang memimpin, ketika selesai ibadah pagi di GSJA
Anugerah BumiAyu dan sorenya ke GSJA Duku, namun karena beberapa hal yang
berkaitan dengan kepemimpinan Pdt. Yohanes Mardi di GSJA Anugerah BumiAyu maka
pelayan diembankan kepada bapak Quinsa namun dibawah pimpinan Pdt. Yohanea
Mardi. Jumlah jemaat duku ada 40 jiwa, namun yang hadir hanya beberapa sekitar 20-26 karena beberapa
jemaat yang lain ada yang kerja.
Selain GSJA Anugerah BumiAyu memiliki cabang, juga memiliki
PPA dengan jumlah anak-anak 120 orang baik dari yang belum sekolah sampai pada
tingkat perguruan tinggi atau kulia.
E.
Metode
pendekatan
Metode yang digunakan baik hamba-hamba Tuhan dari awal yaitu
sosial masyarakat seperti ikut kerja sosial sebagai cara pendekatan dengan
masyarakat, dengan pendekatan untuk menjalin persahabatan serta membagun
hubungan keakraban sehingga masyarakat dapat didekati dan setelah itu
hamba-hamba Tuhan tersebut memasukkan injil. Bukan hanya itu saja meraka juga
memberika teladan hidup dengan mau hidup bersama dengan masyarakat setempat di
dusun BumiAyu dan melalui pendidikan.
Bahkan menyediakan waktu sepenuh kepada jemaat yang
membutuhkan pertolongan melalui doa, penguatan, konseling dan lain sebagainya,
dalam hal ini gembala siap dalam waktu apapun ketika jemaat membutuhkan
pertolongan.
Bab III
Penutup
Kesimpulan
Berkaitan dengan nama tempat maka tidak ada yang kebetulan
dimana GSJA BumiAyu yang mengalami proses baik pergantian pemimpin, sampai pada
pergi datangnya jemaat itu semua adalah satu ujian bagi jemaat itu sendiri dan
gembala sehingga dapat dihubungkan dengan nama Anugerah yaitu “Bumi yang indah
adalah Anugerah dari Tuhan untuk Jemaatnya yang taat dan mau bersandar
sepenuhnya kepada Dia yaitu Kristus sebagai kepala Gereja”. Selain dari
pada itu untuk perkembangan sebuah
Gereja maka perlu adanya kerja sama antara
gembala dan Jemaat, baik dalam hal materi, doa, bahkan masalah apapun
mengenai pertumbuhan gereja harus saling kerja sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar